Kamis, 24 Februari 2011

Tragedi Mesir Tragedi Mesir

Tragedi Mesir Berdarah 2011

Mesir Berdarah January 2011
Mesir Berdarah January 2011
Metrotainment.net – Mesir sedang dilanda kerusuhan, pemberontakan terbesar kepada pemerintah yang pernah ada dalam sejarah Mesir.
Aksi demonstrasi besar-besaran yang dilakukan sejak 25 Januari 2011 silam ini diawali dengan muaknya masyarakat atas keadaan negara dibawah pimpinan sang presiden, Hosni Mubarak.
Keadaan Mesir dirasakan semakin carut marut. Sikap otoriter yang diusung Mubarak seakan tidak memperbaiki apapun. Malah memperburuk keadaan.
Harga pangan yang melambung tinggi, pengangguran meningkat, tidak ada kebebasan berbicara, hingga kemarahan rakyat atas tindakan korupsi yang merajalela.
Selama 32 tahun menjabat sebagai kepala negara, Mubarak diduga telah melakukan banyak tindakan korupsi. Apalagi mengingat bahwa istri beliau sudah masuk dalam klub miliarder sejak 2000 silam.
Egyptian Demonstrators In Central Cairo January 25, 2011
Egyptian Demonstrators In Central Cairo January 25, 2011
Kedua anaknya juga memiliki sejumlah properti, real estate, hingga kapal pesiar. Dan jumlah kekayaan anak petani ini mencapai angka 360 triliun selama dirinya memegang kendalis ebagai presiden.
Namun dalam pemerintahan Mubarak, keadaan di Mesir memang cenderung menjadi stabil. Sejak berkuasa pada tahun 1981, Mubarak membangun hubungan baik dengan negara-negara Barat dan Israel. Namun di balik kestabilan yang dicapainya, korupsi, kemiskinan dan penindasan oleh negara tumbuh subur di negara Afrika  Utara itu.
Berikut ini adalah kronologis kerusuhan di Mesir
Januari 2011 kesadaran aktivis bahwa selama ini keadaan di Mesir sangat kacau muncul. Para aktivis pun mengajak seluruh rakyat untuk turun ke jalanan dan melakukan berbagai kegiatan seperti pemberantasan kemiskinan, korupsi, dan menggulingkan otoriter presiden yang telah menjabat selama tiga dekade tersebut.
25 Januari 2011. Tanggal 25 ini merupakan peringatan ulang tahun kepolisian. Dan rakyat Mesir memperingatinya dengan turun ke jalanan dalam jumlah masa dan menyebutnya sebagai The Day of Anger (Hari Kemarahan). Protes terjadi di seluruh jantung Mesir. Polisi bahkan menembakan gas air mata, meriam air, dan peluru karet untuk menenangkan para demonstran. Jam malam (18.00 -7.00) mulai diberlakukan di negara piramida ini.
Egypt - The Day Af Anger
Egypt - The Day Af Anger
26 Januari 2011. Bentrokan kembali terjadi. seorang saksi mata mengatakan bahwa peluru tajam telah ditembakkan. Bahkan Mubarak telah memberikan perintah untuk tembak di tempat jika diperlukan.
27 Januari 2011. Seorang mantan kepala pengawas nuklir PBB, Mohamed ElBaradei, kini bergabung dengan para aktivis. Ratusan orang telah ditangkap. Dan sisanya tetap berseru “Turunlah Mubarak!” Bentrokan kembali terjadi. Baku tembak dan darah mengalir di mana-mana. Jaringan Facebook, Twitter, dan Blackberry Messenger terganggu.
28 Januari 2011. Jaringan Internet dan Short Massage Service (SMS) mati total.
Hingga berita ini diturunkan, di Mesir masih terjadi bentrokan yang mengakibatkan sedikitnya 150 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka, baik dari pihak demonstran maupun dari pihak yang berwajib.
Kabarnya, jaringan internet, SMS, dan telepon diputus karena para aktivis tersebut menyebarkan ajakan mereka untuk mengkudeta pemerintahan dilakukan lewat media masa tersebut.
Mesir Berdarah 2011
Mesir Berdarah 2011
Di dalam tubuh demontran ini terbagi menjadi dua. Ada yang protes karena digerakkan oleh salah seorang tokoh Mesir, Mohamed ElBaradei -mantan bos badan atom PBB, IAEA. Atau di sisi lain memberontak untuk  memperkuat barisan demonstrasi gerakan berpengaruh berhaluan Islam, Ikhwanul Muslimin.
Bentrokan yang tak kunjung usai ini pun mulai meresahkan para warga yang tidak ikut berpartisipasi. Toko-toko di jalanan habis dijarah. Museum dan tempat-tempat bersejarah lainnya juga ikut dirusak massa. Bahkan kepolisian menjaga ketat beberapa warisan kebudayaan seperti piramida dan sphynx.
”Ini akhir kebungkaman, kebisuan, kepasrahan atas perkembangan di negara kami”
Egypt - The Day Of Anger
Egypt - The Day Of Anger
Lalu bagaimana dengan nasib WNI di Mesir?
Data terakhir Kementerian Luar Negeri menyebutkan, Warga Negara Indonesia yang berada di Mesir sebanyak 6.149 orang, terdiri dari 4.297 mahasiswa, 1.002 tenaga kerja, dan staf KBRI serta keluarganya. Saat ini, mereka membangun komunikasi di 20 posko.
Pemerintah bahkan telah menyediakan pesawat dari maskapai Garuda Indonesia, Lion Air, dan Sriwijaya Air untuk langsung terbang ke Mesir. Tim evakuasi dipimpin Wakil Kasau Marsdya TNI Sukirno dan telah berangkat ke Mesir pada Senin (31/1) malam. Pada evakuasi tahap awal, yang menjadi prioritas adalah anak-anak dan perempuan yang jumlahnya mencapai sekitar 1.200 orang.
TNI juga telah menyiapkan tim dan lima pesawat angkut C-130 Hercules untuk mengevakuasi WNI yang terjebak kisruh politik di Mesir. Namun ada beberapa mahasiswa yang tidak ingin pulang karena khawatir akan sulit kembali ke tanah Mesir lagi.
Sumber-sumber ANTARA melaporkan sejumlah negara seperti Cina juga mengevakuasi para warganya dari Mesir dan mengeluarkan peringatan agar tidak melakukan perjalanan ke negara di Afrika Utara itu untuk sementara waktu sampai situasi keamanan di sana stabil.
Akankah aspirasi rakyat kini didengarkan? Ataukah sang presiden lebih mementingkan jaabatannya dan menutup mata ketika ratusan orang tewas memperjuangkan suaranya? (Angela Kartawijaya)

 Dikutip melalui : Metrotainment.net
Images Credited To : AL Jazeera

Selasa, 28 September 2010

(ekonomi koperasi) Klarifikasi Perspektif Credit Union Ala Indonesia

Sebelumnya saya minta maaf kepada seluruh pembaca Pontianak Post, khususnya kepada insan Credit Union dan para Aktivis gerakan pemberdayaan masyarakat adat di Kalbar atas dimuatnya tulisan dari PERSPEKTIF di Pontianak Post pada Minggu 21 Oktober 2007 yang memojokkan saya dan membalikkan fakta.

Harus saya katakan bahwa saya tidak menulis untuk tulisan tersebut tetapi diwawancarai oleh wartawan Perspektif Baru, Faisol Riza dari sebuah lembaga yang bernama Yayasan Perspektif Baru milik Wimar Witoelar. Saya diminta sebagai narasumber dalam wawancara tentang CU. Karena yang akan diwawancarai hanya sederhana saja menurut mereka sehingga pengajuan saya kepada mereka untuk mewawancarai salah satu pengurus CU PK ditolak dengan alasan tidak ada waktu lagi (sempit). Karena ia mengatakan bahwa akan wawancara yang umum-umum saja, maka saya pun akhirnya bersedia dan saya jawab semampu saya, sesuai prosedur sebagai anggota dan juga sebagai aktivis bahkan sebagai Wartawan Kalimantan Review yang telah banyak mengeluarkan tulisan tentang CU. Namun ada beberapa hal yang harus saya klarifikasi kepada anda semua mengenai tulisan tersebut yaitu:

1. Saya adalah wartawan Majalah Kalimantan Review, sebuah media pemberdayaan masyarakat adat di Kalbar. Saya juga banyak menulis tentang CU di majalah tersebut namun sampai saat ini saya belum “gila” untuk mengakui diri saya selevel dengan Muhamad Yunus. Saya tidak pernah sedikit pun berniat mengakui dan menyamakan diri saya selevel dengan Muhamad Yunus dari Bangladesh itu. Tulisan itu adalah buah pikiran yang tidak bertanggung jawab dari si pewawancara dan penulisnya. Hal itu dibuktikan dengan ketidaktahuannya tentang CU dan tidak adanya data pendukung berupa referensi tentang CU yang mereka miliki serta lemahnya analisis si pewawancara dan penulis terhadap data yang disajikan.

2. Pada bagian prolog paragraph pertama, ada sebuah kalimat yang berbunyi “seorang muda yang mencoba mengembangkan gagasan CU.” Bahasa tersebut juga seharusnya tidak demikian karena saya sudah katakan kepada si pewawancara bahwa saya/kami tidak mengembangkan CU, tetapi membantu proses penyebaran informasi tentang CU melalui media Kalimantan Review.

3. Ada sebuah angel atau pembuka / prolog pada awal sebelum memulai wawancara yang jelas-jelas keliru yakni menyamakan saya dengan seorang bernama Muhamad Yunus dari Bangladesh, padahal sudah saya sebutkan bahwa pelopor CU di Kalbar adalah Gerakan Pancur Kasih dan AR Mecer sebagai motornya. Namun bagian ini tidak ditampilkan oleh Pontianak Post entah karena apa, namun hal tersebut justru ada dalam websitenya perspektif baru di www.perspektifbaru.com pada bagian belakang wawancara. Silahkan dilihat.

4. Saya kecewa karena wartawan dari Yayasan Perpektif Baru sangat miskin referensi dan informasi mengenai CU sehingga menafsirkan CU menurut alam pikirannya sendiri bahkan CU seakan-akan suatu yang aneh. Sungguh bukan seorang wartawan yang professional jika tidak melengkapi diri dengan referensi dan menguasai hal yang akan ditanyakan.

5. Dalam wawancara tersebut, sudah jelas saya katakan bahwa pelopor CU di Kalbar adalah AR Mecer dan Gerakan Pancur Kasih. Tetapi masih juga tidak dituliskan dan dianalisa serta disimak petikan saya tersebut. Bahkan di Pontianak Post sama sekali tidak tertulis hal itu. Saya jadi heran mengapa begitu.

6. Saya merasa dilecehkan oleh wawancara perspektif dengan tidak dimuatkannya hasil wawancara secara utuh oleh Pontianak Post.

7. Saya meminta Perspektif dan Pontianak Post bertanggung jawab terhadap pemuatan wawancara perspektif tersebut dan segera mengklarifikasinya kepada publik.

DUNIA DEWAN SERIKAT KREDIT

Nomor 3 
Dampak Serikat Kredit 
di Guatemala Keuangan 
Pasar 
Pengalaman dari 
Guatemala Proyek Penguatan Koperasi 
World Council of Credit Unions Penelitian Monografi Seri menyajikan temuan Credit Union 
isu-isu dan interpretasi disajikan dalam dokumen ini adalah dari penulis dan harus 
tidak disebabkan oleh World Council of Credit Unions atau untuk organisasi-organisasi anggotanya. 
Untuk informasi lebih lanjut tentang artikel ini  silahkan hubungi: 
World Council Pusat Informasi 
Pertanian mempekerjakan lebih dari 50% dari 
populasi, dan produk-produk seperti kopi, kapas, pisang, gula, sayuran dan buah-buahan menghasilkan 
70-80% dari pendapatan ekspor tahunan. perkebunan besar memiliki tanah pertanian terbaik, mengkhususkan diri dalam 
produk tunggal, dan mengandalkan tenaga kerja murah untuk diproduksi. peternakan kecil terkonsentrasi di 
Dataran Tinggi berpenduduk padat, sering terlalu kecil untuk menyerap 100% dari tenaga kerja keluarga, dan 
biasanya ditanam di jagung, kacang, gandum, dan baru-baru, sayuran. Setelah pertanian, banyak 
penduduk yang tersisa dalam bidang manufaktur (pengolahan makanan, semen & minuman 
produksi, tekstil dan pakaian), industri jasa (guru, salesman, juru tulis dan 
akuntan), dan perdagangan. 
Pada tahun 1993, penduduk Tabel 1: TENAGA KERJA KEKUATAN oleh Kegiatan 
diperkirakan total 9.775.000. Enam puluh enam 
persen (66%) dari semua Guatemala memiliki 
penghasilan bulanan di bawah Q346 ($ 60) dan 
diklasifikasikan sebagai "miskin" oleh Pemerintah. 
USAID / Guatemala memperkirakan bahwa 80% dari 
penduduk hidup di bawah garis kemiskinan. Ini 
adalah perekonomian berpendapatan rendah dengan jelas 
pedesaan orientasi. peluang Kerja adalah 
ditentukan oleh geografi, iklim dan 
ekonomi karakteristik masing-masing masyarakat pedesaan terpisah. Pertanian dan pasokan pertanian 
bisnis, restoran, hotel, toko, industri kecil dan menengah, dan banyak mikro 
menyediakan sumber terbesar dari pekerjaan. Satu komunitas sering sangat berbeda 
dari yang lain, namun semua tampaknya berbagi satu ciri umum - mereka memiliki akses sangat terbatas 
jasa keuangan, dan khususnya kredit. Ketiadaan pembiayaan dengan harga yang wajar of 
bunga adalah salah satu kendala utama untuk kegiatan ekonomi yang meningkat di daerah pedesaan. Ada 
pengusaha kecil yang sedang berusaha mengembangkan peluang investasi, tetapi tanpa 
pembiayaan yang diperlukan, upaya mereka untuk mengembangkan dan memperluas bisnis yang sudah ada dan baru akan 
berkepanjangan dan sulit
tujuan adalah "untuk meningkatkan ketersediaan kredit produksi dan investasi di seluruh koperasi 
gerakan oleh menstabilkan situasi keuangan organisasi yang dipilih, mempromosikan penggunaan 
mobilisasi sumber daya yang inovatif dan teknik intermediasi kredit, dan meningkatkan 
manajemen dan kemampuan pelayanan koperasi ".2 
Proyek mulai bekerja dengan National Credit Union Federation (FENACOAC) dan 
afiliasi serikat kredit masyarakat pada akhir-1987. Selama dua tahun pertama (1988-1989), baru 
kebijakan dan standar operasional dikembangkan untuk meningkatkan layanan keuangan dan manajemen 
keterampilan. Pada tahun 1990, ini diikuti dengan program pemasaran yang agresif untuk mengubah citra publik 
dan menarik anggota baru. kebijakan kunci termasuk: 
* Harga kompetitif untuk tabungan dan pinjaman; 
* Mobilisasi agresif tabungan lokal; 
* pemeliharaan likuiditas yang cukup untuk memenuhi penarikan tabungan tak terduga; 
* Penerapan kriteria pinjaman baru berpusat di sekitar kapasitas untuk membayar analisis, kredit 
sejarah dan jaminan yang ditawarkan; 
* Ketat penciptaan pinjaman / cadangan kerugian sehubungan dengan kenakalan; 
* Pengurangan aktiva non-produktif (yaitu, orang-orang yang tidak menghasilkan pendapatan bagi kredit 
serikat); 
* Kapitalisasi semua laba bersih; dan 
penggunaan * program pemasaran untuk meningkatkan citra publik. 
Strategi pengembangan menekankan kelangsungan hidup serikat kredit sebagai lembaga keuangan 
sekaligus meningkatkan pelayanan. Penerapan kebijakan operasi baru menghasilkan 
kredit belum pernah terjadi sebelumnya serikat pertumbuhan